.

Berbagi adalah menjadi harapan dan dambaan bagi setiap orang, apalagi saat orang membutuhkan uluran kasih dari kita.

Tampilkan postingan dengan label Renungan Harian Almanak HKBP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Harian Almanak HKBP. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Januari 2011

Layanilah Tuhan

Roma 12:11

Bekerjalah dengan rajin. Jangan malas. Bekerjalah untuk Tuhan dengan semangat dari Roh Allah.
Unang sumurut ringgas ni rohamuna! Partondi na girgir ma hamu! Oloi hamu ma Tuhan i!

Tugas utama pengikut Kristus adalah mewujudkan kasih dalam hidupnya seperti kasih Kristus kepada manusia. Kasih yang tidak mengharapkan balasan, kasih yang tulus, kasih yang berlangsung terus menerus. Kasih inilah yang menjadi ibadah sejati orang Kristen. Untuk itu kasih harus dibaharui dari hari ke hari, dan tentu saja banyak hal yang menjadi tantangannya, diantaranya adalah konsistensi. Seseorang dapat saja memiliki kasih karena kedua belah pihak memang sama-sama membutuhkan atau hubungan mereka sedang hangat-hangatnya. Namun bagaimana jika menghadapi persoalan ? dapatkan kasih itu dipertahankan ? Untuk itulah Paulus menasihatkan kita supaya jangan hendaknya kerajinan kita kendor, biarlah roh kita tetap selalu menyala untuk melayani Tuhan.
Setiap orang pasti mempunyai tanggungjawab masing-masing. Baik sebagai ayah, ibu, pekerja, majelis, pendeta, dan lain sebagainya. Tugas tersebut dipercayakan oleh Allah melalui lembaga formal di dunia ini. Masing-masing profesi itu adalah merupakan ladang pelayanan dalam bentuk yang berbeda-beda, dan masing-masing aktifitas tersebut memiliki sukacita serta tantangan yang berbeda pula. Mari kita jaga bersama konsistensi pelayanan tersebut, supaya tidak ada seorangpun yang menjadi kendor semangatnya. Jika hal ini dapat dijaga terus, maka semua akan menikmati sukacita dengan pelayanannya masing-masing. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Amin

Selasa, 11 Januari 2011

WUJUDKAN TANDA PERTOBATAN HIDUPMU

Matius 4 : 17 
Sejak waktu itu Yesus mulai mewartakan, "Bertobatlah dari dosa-dosamu, karena Allah akan segera memerintah sebagai Raja!
Jadi olat ni i mamungka ma Jesus marjamita; ia jamitana on do: Pauba hamu ma rohamuna, ai nunga songgop harajaon banua ginjang i!

Identitas kita sebagai anak-anak Allah tidak hanya dibuktikan melalui apa yang dapat kita lakukan saja, tetapi juga melalui ketaatan kita kepada firman Allah. Kita diajak untuk memprioritaskan Allah dan firman-Nya sebagai hal yang penting yang patut kita kerjakan dalam hidup kita.
Sebagai anak Tuhan kita harus menyadari bahwa Tuhan mengajak dan memanggil kita mewujudkan tanda pertobatan dengan memberikan yang terbaik pada-Nya melalui kesaksian agar kita tidak terpengaruh dan terjebak dengan gemerlap dunia yang sesungguhnya mengaburkan terang yang sejati. Namun bukan hal yang mudah bagi kita untuk tidak terpengaruh dengan sesuatu yang dapat kita lihat dan kita rasakan. Orang akan goncang kalau melihat situasi yang buruk dan tidak menguntungkan akibatnya kualitas kerja kita merosot. Situasi dunia kini sangat kacau namun kita diuji dalam keadaan kacau demikian apakah esensi panggilan hidup kita terpengaruh dan mengikuti arus yang ada atau kita berusaha dapat mengontrol dan mau mengarahkan diri agar boleh nyata pembaharuan yang kita terima dan dikerjakan Tuhan buat kehidupan kita.  Panggilan hidup kita bertumbuh seiring dengan ketaatan kita pada pimpinan Tuhan seperti orang yang berjalan dengan lenteranya berjalan di kegelapan malam namun tidak terantuk bahkan takut dengan pekatnya malam, demikian kita tidak takut menghadapi kesulitan dan penderitaan karena Tuhan menyertai dan menuntun kita. Yang menjadi pertanyaan adalah maukah kita taat pada pimpinan Tuhan dan relakah kita dibentuk oleh Dia? Biarlah hakekat panggilan hidup terus kita sadari sehingga kita mempunyai kekuatan dan kestabilan hidup dengan demikian kita tidak mudah diombang-ambingkan oleh arus dunia yang senantiasa berfluktuasi. Kiranya Tuhan menguatkan kita menjalani hidup seturut dengan panggilan Tuhan dalam diri setiap kita sehingga hidup kita menjadi pancaran terang Kristus. Amin.